Senin, 06 April 2015

Suzuki Tambah Outlet 3S di Ujung Sumatera

Bireuen, KompasOtomotif – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali melakukan perluasan jaringan kendaraan roda empat dengan meresmikan dealer terbaru berfasilitas 3S (penjualan, servis dan suku cadang). Outlet baru tersebut adalah Armada Banda Jaya, yang berlokasi di Kabupaten Bireuen, Aceh.

PT. Armada Banda Jaya merupakan bagian dari New Armada Group yang kini memiliki merk dagang dengan nama Suzuki Armada. Armada Banda Jaya berdiri sejak tahun 2009 dan telah memiliki tiga outlet.

Outlet Armada Banda Jaya berlokasi di di Jalan Raya Medan – Banda Aceh, No. 99, Geulanggang Baroe, Bireuen. Berdiri di atas lahan seluas 3.000m2 dengan luas bangunan  1.600m2, terbagi atas bangunanshowroom dua lantai masing-masing lantai satu showroom seluas 600m2, lantai dua seluas 288m2 dan bengkel seluas 624m2.

Fasilitas bengkel dilengkapi dengan kapasitas servis, yaitu dari 10 stallterdapat 1 unit 2-post lift, 1 unit 4-post lift dan total lift sebanyak 2 unit, serta Smart Diagnostic Tester (SDT), Suzuki Special Tools (SST), ATF Changer, CO Tester, Injector Cleaner, Digital Digital Battery Tester, Layanan cuci dan vacuum, stall drive thru. Total kapasitas bengkel baru ini, mampu menampung hingga 30 unit per hari.

“Dengan pembukaan outlet baru ini, Suzuki berharap dapat lebih melayani secara maksimal dan mengakomodir kebutuhan calon konsumen dan konsumen di wilayah Aceh. Sejalan dengan semangat kami untuk selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna setia Suzuki, termasuk para pengguna di wilayah Aceh dan sekitarnya,” ujar Davy J. Tuilan selaku 4W Deputy Managing Director PT SIS, dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2015).
Read More

All-New Strada Triton di Thailand Mandek, Indonesia Jalan Terus

Jakarta, KompasOtomotif - PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) sebagai perwakilan Mitsubishi di Indonesia menyatakan tidak terpengaruh dengan kebijakan Mitsubishi Thailand yang menunda pemasaran domestik pikap All-New Strada Triton.

Pengenalan Strada Triton terbaru sudah dilakukan pada November 2014 lalu, namun pada awal Maret 2015 Managing Director Mitsubishi Thailand, Yutaka Tabata menyatakan, menunda pemasaran karena stok Triton model lama masih menumpuk.

Mitsubishi Thailand mengatakan, penjualan mobil sedang kurang bergairah sebab nilai produk pertanian sedang menurun, kemampuan beli petani membeli kendaraan baru sedang rendah. Stok lawas bakal digenjot untuk dihabiskan sebelum memasarkan model baru.
“Kita tidak terpengaruh Thailand, rencana peluncuran All-New Triton tetap di pertengahan tahun, Agustus atau September,” kata Imam Choeru Cahya, Head of PC and LCV Sales Department, MMC Marketing Division KTB, saat temu wicara dengan wartawan di Jakarta, Jumat (6/3/2015).

Thailand telah didapuk menjadi negara produsen sekaligus pengekspor Strada Triton ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Imam mengatakan jadwal pertama pengiriman stok unit dari Thailand juga tidak berubah. Meski tidak diungkapkan kapan impor unit bakal dimulai, Imam memastikan sebelum peluncuran stok untuk dealer "aman" sampai dua bulan.
Menyegarkan
Pada 2014, segmen pikap ringan 4X4 turun drastis karena perkembangan negatif di sektor pertambangan. Dengan desain baru, Strada Triton akan menyegarkan minat beli konsumen.

Presiden Direktur KTB Noburo Tsuji mengatakan, generasi penerus Stada Triton bakal meningkatkan penggunaan di segmen fleet yang telah ada, penggunaan komersial di pertambangan, dan perkebunan sawit. Selain itu KTB juga menyasar ke segmen keluarga dengan menawarkan generasi penerus Strada Triton sebagai sport utility pick up.
Read More

Mitsubishi Triton yang Makin Gagah

Geneva, KompasOtomotif - Mitsubishi tidak ketinggalan di ajang Geneva Motor Show 2015, dengan menampilkan model terbarunya L200, atau dikenal dengan nama lain Triton. Pikap double kabin ini sama sama dengan yang diperkenalkan di Thailand tahun lalu.

Pabrikan asal Jepang itu fokus pada pengembangan efisiensi tata aerodinamis dengan perubahan pada sektor bodi yang lebih rendah guna mendapatkan koefisien drag 0,40 Cd. L200 hadir dengan dua model bodi, Double Cab dan Club Cab.

Desain secara keseluruhan dari Triton ini berubah. Lihat saja wajah depan dengan lampu utama yang berbeda, gril lapis krom, desain baru pada sektor lampu baik di depan ataupun lampu belakang.

Sedangkan pada kabin, sudah mendapat fitur baru seperti keyless entry dengan tombol stop/startadaptive cruise controldual temperature automatic AC, kolom kemudi yang bisa diatur plus paddle shift, dan kamera belakang untuk parkir.

New L200 dipersenjatai mesin MIVEC 2,4 liter turbo diesel yang menawarkan daya 152 tk dan torsi 380 Nm sebagai model standar. Versi lain memiliki daya lebih besar yakni 178 tk pada 430 Nm. Mesin berpadu dengan transmisi manual 6-speed dengan sistem penggerak empat roda melalui Mitsubishi’s Super Select 4WD II.
Read More

Honda, Mobil Paling Bikin Bahagia

Jakarta, KompasOtomotif - Survei tentang Indeks Kebahagiaan Berkendara oleh Otomotifnet.com (Otomotif Group-Kompas Gramedia), mendapatkan hasil bahwa Honda adalah merek mobil yang membuat bahagia penggunanya.

Dari 19 merek mobil yang ada di Indonesia, Honda mendapatkan indeks sebesar 75,61 persen dari 1.800 responden. Lalu disusul Suzuki dengan presentase 75,09 persen. Ketiga ada Toyota dengan indeks 73,46 persen.

Daihatsu menyusul di peringkat keempat dengan presentase 67,50 persen, dan Infiniti diposisi kelima dengan presentase 65.88 persen. Mercedes-Benz, Nissan, Mitsubishi, Jeep dan Bentley melengkapi posisi 10 teratas sebagai merek mobil paling membahagiakan.

"Seperti filosofi yang kami usung, sudah menjadi tujuan kami untuk menciptakan mobil yang membuat orang bahagia," ujar Yosep Swasono Agus, Corporate Communication Manager PT Honda Prospect Motor, Rabu (4/3/2015).

Dengan survei ini, Otomotifnet.com mengajak audiens untuk menggambarkan kebahagiaan saat berkendara. Tak hanya kepuasan menggunakan mobil, faktor penting lain adalah merasa senang saat membawa mobil.

Berikut daftar merek mobil paling membahagiakan:
Honda 75.61
Suzuki 75.09
Toyota 73.46
Daihatsu 67.50
Infiniti 65.88
Mercedes-Benz 65.62
Nissan 64.12
Mitsubishi 63.02
Jeep 60.49
Bentley 59.79
Peugeot 58.77
KIA 58.31
Isuzu 57.59
Chery 52.88
Chevrolet 50.06
Ford 49.25
Volkswagen 46.61
Hyundai 43.83
Geely 31.29
Read More

Minggu, 05 April 2015

Pabrik Chevrolet Spin Bekasi Pindah ke India

Jakarta, KompasOtomotif - Keputusan GM Indonesia menutup pabrik perakitan di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat mulai Juni 2015 lalu terus menciptakan cerita baru. Setelah, memastikan semua karyawan mendapatkan kompensasi 8-10 bulan gaji, kini timbul pertanyaan bagaimana kelanjutan pabrik Spin tersebut?

Sebelumnya, Soerjono, Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian mengatakan, kalau fasilitas produksi itu nantinya akan digunakan pada proyek kerja sama lanjutan GM dengan Wulling, memproduksi mobil murah di Indonesia.

Tapi, kemudian Menteri Perindustrian Saleh Husin yang baru saja menerima kunjungan dari salah satu direksi GM Indonesia, mendapat penjelasan baru.

Saleh menjelaskan, proyek antara GM Indonesia dengan kerja sama Wulling berbeda sama sekali. Artinya, fasilitas pabrik tidak akan langsung jatuh ke proyek baru GM bersama Wulling, tetapi tetap masih menadi aset GM Indonesia. 

"Rencananya mesin-mesin yang ada di pabrik itu akan dipindahkan ke India," beber Saleh.
Artinya, produksi Spin kemungkinan besar akan dialihkan ke India, yang punya potensi pasar besar di dunia.
Read More

Minggu, 01 Maret 2015

Suzuki Ertiga Bertahan dari “Perang Diskon”

Jakarta, KompasOtomotif - Perang diskon yang dilakoni berbagai merek otomotif untuk segmen MPV bawah tahun ini ternyata hanya sedikit mengendurkan performa Ertiga. Suzuki Indomobil Sales (SIS) meyakini dari seluruh pemain di segmen paling gemuk, hanya Ertiga yang paling kecil terkena dampak.

SIS mengatakan ritel Ertiga periode Januari - November 2014 mencapai 43.120 unit, hanya turun 18 persen dari tahun lalu sebesar 53.004 unit di periode yang sama.
"Dengan adanya pemain baru di low MPV, yang paling kecil kena imbasnya adalah Suzuki. Ertiga hanya 18 persen dari sisi volume retail. Merek lain ada yang penurunannya sekitar 20 persen dan 40 persen," ujar Davy J Tuilan, Marketing & DND Director SIS 4W, di Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Head of Dealer Sales 4W SIS Gunardi Prakosa membeberkan, dealerSuzuki tidak secara langsung mengikuti “perang diskon”, artinya potongan harga buat Ertiga stabil dan tidak mengikuti perkembangan kompetitor. “Diskon Ertiga tidak sampai Rp 15 juta,” ungkap Gunardi.

Davy menambahkan, ada implikasi buruk bila diskon besar terus diberikan. Salah satu yang berpengaruh adalah harga jual mobil bekas pemain low MPV jatuh drastis.
Read More

Minggu, 22 Februari 2015

Sendiri Hadapi Gempuran Krisis dan Problematika di Perantauan

Kehidupan ini sangat indah. Tak semua perjalanan hidup manusia berjalan dengan mulus. Tentu banyak rintangan dan hambatan dalam meraihnya. Kuncinya adalah kesabaran, keteguhan hati, memiliki prinsip yang kuat, jujur, apa adanya, dan selalu melakukan inovasi. Di balik kesuksesan seseorang, ada kisah-kisah mengharukan dan menyedihkan. Semua itu adalah proses yang harus dilalui. Kompas.com menurunkan serial artikel "Success Story" tentang perjalanan tokoh yang inspiratif. Semoga pembaca bisa memetik makna di balik kisahnya.

KompasOtomotif - Menjadi pucuk pimpinan di PT Ford Motor Indonesia sebagai Managing Director merupakan sukses karir yang diperoleh Bagus Susanto, 40. Apalagi, jabatan ini baru pertama kalinya dijabat oleh pribumi karena sebelumnya selalu warga asing. Artinya, membutuhkan dedikasi dan komitmen kuat sehingga bisa diakui merek asing.

Memulai karir di Jakarta, Bagus bekerja di Toyota Astra Motor, berstatus "fresh graduate" mulai 1997. Meski berlatar belakang pendidikan Teknik Industri, pria yang besar di Surabaya ini masuk di Departemen Penjualan. Sesuai pola perekrutan tenaga kerja perusahaan, setiap karyawan wajib melalui pola pelatihan, Manajemen Trainee, selama setahun.

Bagus dibekali pengetahuan, wawasan baru bidang otomotif, sampai akhirnya menjadi pramuniaga di Auto2000. Mengingat lokasi indekos Bagus di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, maka cabang Salemba dipilihnya menjadi tempat kerjanya. 

Pramuniaga

Sebagai pramuniaga, Bagus wajib melakukan penawaran, distribusi, mencari pesanan atas mobil yang dijual, dalam hal ini disebut dengan istilah, canvassing. Setiap pagi, sampai di kantor, Bagus langsung mendapat pengarahan dari kepala cabang, lantas berangkat ke lapangan melakukan canvassing

Sebagai bidang baru, Bagus tetap berusaha melakukan pekerjaannya sebaik mungkin, mulai dari menyebarkan brosur, menjamah perusahaan, badan pemerintahan, ke bagian pembelian, dan lain sebagainya. Semua proses dijalani terus-menerus dan berulang-ulang. Sampai akhirnya, Bagus berjumpa dengan salah satu konsumen potensial dengan lokasi rumah di Ciledug, Jakarta Selatan.

Karena baru hitungan bulan tinggal di Jakarta, Bagus tentu tidak mengetahui di mana lokasi pasti Ciledug berada. Berbekal informasi dari teman-teman sekerjanya, agak susah dan butuh proses panjang jika harus pergi menggunakan transportasi umum. Di kantor, ada office boy yang biasa mengendarai skuter Vespa lawas dan kerap diparkir selama jam kerja. 

"Akhirnya, saya pinjem itu Vespa 'uduk-uduk' ke office boy. Katanya, 'Pakai saja pak, nggak perlu nyewa kasih uang, yang penting diisikan bensin.' Saya bilang, beres kalau bensin sih," celoteh Bagus.

Tilang

Berbekal helm pinjeman, Bagus dengan percaya diri beranjak mengendarai skuter menuju Ciledug. Dari Salemba menuju Jakarta Selatan, Bagus harus melintasi bunderan Semanggi yang terkenal membingungkan bagi orang baru di Ibu Kota. Terbukti, karena salah jalan, Bagus diberhentikan polisi yang bertugas di sana.

Merasa tidak salah, karena menggunakan kelengkapan berkendara komplet, mulai dari helm, SIM, dan STNK, bagus berhenti disamping petugas. "Ya pak, ada apa, tanyaku. 'Ini pak, Anda tidak boleh melintas di jalur ini, ini khusus mobil. Ini pengalaman ketilang pertama di Jakarta, tidak pernah saya lupakan," kenang Bagus.

Setelah ketilang, Bagus melanjutkan perjalanannya menuju Ciledug, berjumpa dengan konsumen yang mau membeli Kijang Krista, dan melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). "Pulang dari Ciledug, senang sekali rasanya. Dapet satu, pecah telur artinya," ujar Bagus berbinar.

Terpuruk

Di awal karirnya, Bagus juga mengaku punya pengalaman yang memilukan. Sebagai pramuniaga, penyakit yang paling sering menghantui adalah maag. Alasannya, ketika berjualan, menelpon, menjelaskan produk ke konsumen, biasanya lupa waktu. 

Pernah pada suatu ketika, Bagus kena penyakit maag, sehingga berobat ke rumah sakit, dan berniat untuk izin ke atasan supaya tidak masuk kerja. "Saya bicara dengan atasan saya, ADM Manager waktu itu Pak Gultom. Tapi, justru mendapat tantangan dari dia, 'Kalau saya sakit maag saja, tidak membuat saya tak masuk kantor. Kamu masih berdiri kan? Masih bica bicara kan? Kalau saya sih tetap masuk.' Begitu ya pak, oke akhirnya saya putuskan hari itu tetap bekerja," beber Bagus.

Akibat memaksakan diri, Bagus lantas menggigil sepulang kerja. Keesokan harinya, suhu badannya panas tinggi, lemas, begitu terpuruk sampai-sampai Bagus meneteskan air matanya. Dalam kesendirian, Bagus harus menikmati sakit tubuhnya yang semakin menjadi. Harus memaksakan diri keluar kos untuk makan di warung, minum obat, balik lagi ke kamar.

"Saya hanya berfikir, saya sendirian di sini, dalam kondisi seperti ini, kalau saya mati, keluarga saya di rumah tidak akan ada yang tahu," lirih Bagus. Meski menghadapi kondisi terburuk, Bagus berhasil melaluinya dengan suka maupun sedih hati.

Setelah enam bulan berkarir menjadi pramuniaga, Bagus kemudian dipindah tempatkan ke cabang jaringan pemasaran Astrido di Bandengan selama tiga bulan, baru kemudian bekerja di kantor pusat Auto2000 di Sunter. Setelah proses Manajemen Trainee setahun selesai, baru menjadi Supervisor Area di TAM.

Krisis moneter

Tak lama berselang Bagus bekerja, situasi perekonomian dunia termasuk kondisi politik dan keamanan Indonesia bergejolak. Pada 1998, krisis moneter menghantam Indonesia membuat hampir semua perusahaan nasional terpuruk, tak terkecuali di tempat Bagus bekerja.

Pabrik mulai diliburkan, lantas buruh mulai dirumahkan, sampai akhirnya kena PHK. Kondisi kantor yang gonjang-ganjing juga dialami Bagus di kantor. Sesama pekerja sempat saling mencurigai, karena perusahaan harus melakukan penghematan luar biasa, salah satunya dengan mengurangi jumlah pekerja.

Melihat kondisi yang berlangsung, akhirnya Bagus memutuskan diri untuk menghadap atasan, dan menyampaikan keinginannya untuk keluar. Pada waktu itu, bagi pekerja yang kena PHK akan memperoleh gaji penuh sesuai kontrak kerja setahun. Mengingat status Bagus masih karyawan kontrak, ia mengajukan diri.

"Kalau saya memang harus dikeluarkan, saya tidak apa-apa, waktu itu pimpinannya Pak Drajat. 'Mengapa kamu memang tak betah di sini?' Saya sangat senang di sini pak, ini impian saya bisa kerja di Astra, tapi saya tahu diri, situasi perusahaan lagi seperti apa. 'Kalau kamu sabar, kasih saya satu bulan, nanti akan dijadikan karyawan tetap.' Waktu itu saya masih kontrak, sebelum sebulan perusahaan mengeluarkan paket pengunduran diri sukarela, sehingga senior banyak yang antre mendaftar," cerita Bagus.

Dengan banyak senior yang daftar, perusahaan kemudian menyisakan beberapa karyawan kontrak yang tersisa dan langsung mengangkat mereka jadi permanen, termasuk Bagus. Sebagai supervisor, pekerjaan Bagus adalah mengunjungi daerah-daerah, melaporkan kondisi sebenarnya, mencarikan solusi, dan membuat laporannya.

Mengingat kondisi negara yang masih belum stabil, bepergian menggunakan pesawat masih ditiadakan karena kondisi perekonomian perusahaan. Bagus kemudian mengusulkan mengapa supervisor tidak diperbolehkan naik bus saja. Berkat masukan ini, kemudian perusahaan memperbolehkan karyawan bepergian ke daerah di Pulau Jawa menggunakan kereta, eksekutif.

"Kerja dalam kondisi krisis ekonomi, bukannya pekerjaannya lebih sedikit, tetapi malah semakin banyak. Misalnya, minta persetujuan proposal, harus dicek berulang-ulang, dikurangi, efisiensi, sampai benar-benar efektif. Tapi, perlahan-lahan kondisi mulai membaik lagi," celoteh Bagus.

Sampai akhirnya, Bagus mendapat kesempatan melakukan perjalanan dinas ke luar Pulau Jawa pertama kali menggunakan Pesawat menuju Balikpapan, akhir 1998. Menjadi pengalaman pertama naik pesawat, terlihat kalau Bagus sebenarnya hanya seorang manusia biasa. "Saya bingung, kalau naik pesawat itu bagaimana caranya, saya juga minta duduk di jendela supaya bisa melihat keluar," kenang Bagus.
Read More